KIAS DAN MADAH

Hatiku tidak berbisik dalam tika yang lama,
Aku tidak dapat mentafsir bisunya ia,
Aku tidak dapat mendengar desis suaranya,
Mengapa?

Mungkin kerana tiada engkau,
Sudah bertahun engkau menjadi punca,
Dan kini cuba ku hapus...
Lalu madah-madah itu ikut melupus jua.
Begitukah?

Tak mengapalah aku kehilangan
kiasan dan madah-madah itu,
Esok atau lusa atau bila-bila,
pasti akan ada yang datang bersama mereka,
kiasan dan madah-madah itu akan kembali,

Mereka tidak ke mana,
Masih di sini...
Tersorok tersisip di celahan hati yang kosong,
Aku cuma perlu menyusunnya menjadi patah berkata,
Sukarnya...
Bezanya...
patahan kata-kata itu hadirnya tanpa sebuah cinta
seperti dulu....

Tidak mengapa...
Mulai saat ini....
aku harus belajar berkias madah tanpa cinta,
harus belajar hidup tanpa mencinta engkau,
harus jua belajar mengawal cinta,
bukan lagi dikawal dek cinta yang memperhamba.

No comments :